Thursday, April 14, 2011

Bahagia Itu Soal Hati


Bagi si miskin kaya itu dirasakan bahagia. Tetapi apabila sudah memiliki kekayaan, kebahagian bukan lagi pada kekayaan. Kini, kebahagian telah berpindah kepada perkara yang lain pula.

Begitulah juga bagi yang merasakan rumah bagaikan istana, ilmu seluas lautan, harta yang bertimbun-timbun dan pangkat yang paling tinggi pasti akan bahagia. Namun, setelah memiliki kesemuanya...masih ada yang kurang dan belum merasa bahagia.

Hamka pernah berkata:
"Kekayaan harta benda, pangkat atau kedudukan yang tinggi tidaklah dapat menutup kekerdilan jiwa atau tabiat yang tidak jujur. Malah bertambah banyak kekayaan atau bertambah tinggi kedudukan, bertambah jelaslah kekerdilan jiwa dan kekurangan seseorang. Oleh sebab itu, kayakan batin dulu untuk menghadapi kemungkinan naik atau kemungkinan turun."

Bahagia itu adalah soal hati. Namun, hati tidak akan pernah rasa puas kerana terlalu banyak tuntutan nafsu yang tidak akan pernah rasa sempurna. Ada kalanya juga, kita tidak terima dengan apa yang terjadi kepada diri kita.

Bahagia itu letaknya pada hati. Hati yang tenang dan reda.

Ibnu Khaldum pernah mengatakan:
"Bahagia itu ialah tunduk dan patuh mengikut garis yang ditentukan dan sifat perikemanusiaan."


No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...